INFP Karir

INFP Karir – Apakah kita pernah menyangka bahwa tipe kepribadian kita adalah INFP? INFP adalah singkatan dari Introversion (I), Intuition (N), Feeling (F), Perception). Kemungkinan kita mengerti bahwa kita berkepribadian INFP dari seorang psikolog atau mungkin dari konselor karier setelah menjalankan Myers Briggs Type Indicator (MBTI). Kemungkinan kita sendiri menentukan setelah membaca tentang teori kepribadian psikiater Carl Jung. Apabila kita belum pernah mendengar tentang Carl Jung dan teori kepribadiannya atau MBTI, berikut ini ada beberapa seputar MBTI.


MBTI didasarkan pada teori Jung yang sering digunakan dalam membantu orang dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan karier. Para ahli yakin bahwa dengan mengetahui tipe kepribadian kita maka akan sangat membantu dalam memilih karir yang pas buat kita dan mengarahkan pada lingkungan kerja yang tepat. Para ahli menggunakan instrumen ini dalam membantu kita untuk mempelajari apa tipe kepribadian kita yang sebenarnya dan karier apa yang akan membuat kita paling nyaman.


Menurut teori MBTI, tipe kepribadian kita terdiri dari preferensi tentang bagaimana kita melakukan sesuatu, bagaimana kita bersemangat, bagaimana kita paham tentang informasi, bagaimana kita membuat keputusan, dan bagaimana kita menjalani hidup. Individu memberikan suatu energi melalui Introversi (I), Ekstroversi (E), memahami informasi melalui Sensing/rasa (S), Intuisi (N), membuat keputusan dengan Thinking/pikiran (T), Feeling (F), dan menjalani hidup kita dengan Judging (J) atau Perceiving (P).


Menurut Jung bahwa kita masing-masing menunjukkan aspek dari kedua preferensi di setiap pasangan, menampilkan satu preferensi lebih kuat dari yang lain. Kode (4) empat huruf yang ditetapkan dalam tipe kepribadian kita dapatkan dengan menggabungkan (4) empat huruf yang sesuai dengan preferensi kita mana yang lebih kuat. Penjelasan lebih dalam tentang arti kode (4) empat huruf adalah sebagai berikut :

Baca Juga :  Psikolog Sawahlunto


Arti Huruf INFP dari Kode Jenis Kepribadian

  • I : Kita lebih suka introversi. Yaitu hal-hal di dalam diri kita, missal pikiran dan ide kita, adalah memberikan energi. Berarti cenderung pendiam. Ini juga bisa berarti kita tidak suka mengambil risiko hanya cukup berinteraksi dengan orang lain.
  • N: Kita memproses informasi tersebut dengan intuisi atau wawasan. Kita tidak butuh bukti fisik tentang sesuatu untuk mengetahui posisinya. Hanya mempertimbangkan kemungkinan masa depan dan mencari cara kerja secara detail untuk melihat bagaimana pengaruhnya terhadap gambaran besar. Bila kemungkinan baru muncul, kita cenderung memanfaatkannya.
  • F: Perasaan dan nilai pribadi kita memandu keputusan. Bila kita merasa kuat tentang sesuatu hal maka kita mungkin tidak mempertimbangkan konsekuensinya. Kita merupakan orang yang perhatian yang ahli dalam memahami orang lain.
  • P: Kita fleksibel dan spontan dan cenderung menerima hidup apa adanya. Kita akan penasaran dan ingin bisa menjelajah. Berarti kita bukan seorang perencana dan sering kali batas waktu mendekati lebih cepat dari yang diantisipasi. Hal ini mungkin membuat kita terburu-buru menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.


Mempertimbangkan Jenis Kepribadian Saat Membuat Keputusan yang Berhubungan dengan Karir

Mengetahui dengan tipe kepribadian dapat membantu kita membuat keputusan terkait karier. Tetapi kita juga harus mempertimbangkan tipe kepribadian saat memutuskan apakah lingkungan kerja tertentu cocok untuk kita. Bekerja dalam pekerjaan keuangan berkekuatan tinggi yang sangat berbeda dengan bekerja untuk kelompok lingkungan tanpa keuntungnan/nirlaba.


Walaupun keempat huruf dalam kode itu penting dalam hal pilihan karier tetapi dua huruf di tengah adalah yang paling penting. Huruf tengah kita “N” dan “F” menunjukkan bahwa kita wajib mencari pekerjaan yang memungkinkan mengembangkan dan menerapkan ide-ide baru. Ini akan membiarkan kesempatan kita memanfaatkan preferensi untuk melihat masa depan dan juga kemungkinan yang ada di sana.

Baca Juga :  Fungsi biro Psikologi


Karena perasaan dan nilai itu penting maka kita mungkin cocok untuk berkarir sebagai psikolog, kesehatan mental, pustakawan, penerjemah atau penerjemah, ahli diet, ahli terapi fisik, terapis okupasi, guru, aktor, desainer grafis, atau penulis. Kita perlu mempertimbangkan preferensi untuk “I” (introversi) dan “P” (memahami), terutama waktu menilai lingkungan kerja. Sebagai seseorang yang mempunyai semangat/motivasi dari dalam diri sendiri, mungkin kita akan menikmati bekerja secara sendiri. Kemungkinan bekerja sebagai pekerja lepas atau dalam pekerjaan jarak jauh yang full time. Perlu memperhatikan kebutuhan akan fleksibilitas dan kesulitan dalam memenuhi jatuh tempo. Bila menjatuhkan pilihan pekerjaan yang biasanya berorientasi pada batas waktu yang konstan (missal pakar media atau humas), itu mungkin akan menjadi tantangannya.