Tes kepribadian idealis – DELTA Psikologi

Tes kepribadian idealis adalah suatu tes psikologi untuk mengetahui kepribadian idealis seseorang. Idealis merupakan suatu pemikiran yang mengarah kepada cinta untuk sesuatu nilai tertentu, termasuk kepercayaan, hal ini dapat mengubah semua hal abstrak sebagai cita-cita tujuan, visi, dan misi yang sedang diperjuangkan.

Pengertian Kepribadian


Kepribadian merupakan sikap untuk bertindak, berpikir dan merasakan, terutama saat berinteraksi dengan orang lain atau bereaksi terhadap suatu situasi tertentu. Kepribadian ini mencakup kebiasaan, sikap dan karakteristik seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.


Unsur-Unsur Kepribadian

Unsur-unsur kepribadian adalah sebagai berikut:

1. Pengetahuan

Pengetahuan secara sadar memenuhi pikiran manusia. Pengetahuan individu dilengkapi dengan imajinasi, pemahaman, dan konsep yang timbul dari pengamatan dan pengalaman. Pengamatan tentang berbagai hal yang berbeda dari suatu lingkungan tertentu. Semua yang masuk di otak dan sedikit diekspresikan oleh individu dalam bentuk perilaku.

2. Perasaan

Perasaan merupakan keadaan dalam kesadaran manusia yang mengacu pada hasil positif atau negatif dari sesuatu yang dipengaruhi pengetahuan. Pengetahuan selalu subyektif sebab unsur-unsur penilaian setiap orang selalu berbeda. Emosi selalu mengikuti kesadaran manusia dalam kehidupan sehari-hari.

3. Insting

Dorongan instingtual adalah suaut kemampuan seseorang yang cenderung merespons setiap stimulus dengan pola yang teratur. Dorongan atau keinginan tersebut meliputi:
• Keinginan untuk bertahan hidup;
• Dorongan seks;
• Mencari makan;
• Dorongan untuk bergaul;
• Dorongan untuk meniru perilaku orang lain;
• Dorongan kekanak-kanakan;
• Memamerkan keindahan bentuk, suara, warna dan gerakan.

Pengertian Idealisme

Idealisme adalah suatu keyakinan seseorang terhadap suatu hal yang dianggapnya benar yang berhubungan dengan sesuatu yang bersumber dari pengalaman, pendidikan, kultur budaya dan kebiasaan. Idealisme tumbuh perlahan dalam diri seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku, bersikap ataupun cara berpikir.
Pengaruh idealisme tidak hanya terbatas pada tingkat seseorang/individu tetapi juga pada yang lebih tinggi yaitu tingkat negara. Nilai-nilai idealisme yang berpengaruh pada seorang individu. Contohnya yatu keyakinan tentang pola hidup, nilai-nilai tentang kebenaran, cara/gaya mengasuh anak, karir dan sebagainya. Sedangkan idealisme pada tingkat yang lebih tinggi yaitu negara tentang Ideologi Pancasila, liberalisme, komunisme dan lain-lain.
Terkadang kepribadian/sifat idealis juga diperlukan untuk mewujudkan dari apa yang sudah kita cita-citakan. Seseorang dengan kepribadian yang idealias ini biasanya :

Baca Juga :  Psikolog Gunungsitoli

1. Tahu apa yang harus dilakukan

Saat anda bersikap idealis, tentu saja anda telah memiliki beberapa ide-ide. Ketika anda telah menetapkan idealisme maka secara otomatis anda telah mengetahui apa yang akan dicapai dan bagaimana caranya.

2. Bisa fokus kepada satu hal

Dengan adanya anda memiliki sifat yang idealis, pada akhirnya anda dapat fokus terhadap idealisme-idealismemu. Seandainya anda tidak memiliki sifat yang idealis, maka yang ada hanya memiliki idealisme tapi tidak bisa fokus untuk mengejar idealisme tersebut.

3. Bisa menjadikan seseorang yang “perfeksionis”

Sifat yang idealis ini mampu menjadikan anda seseorang yang “perfeksionis”. Perfeksionis disini yang dimaksud adalah hasil maupun cara untuk mencapainya dilakukan secara terprogram dengan baik sehingga hasil yang didapat menjadi sempurna.

4. Dapat membuatmu berani bekerja keras

Ketika anda telah memiliki idealisme, pasti anda ingin mengejarnya untuk mewujudkan idealisme tersebut. Sehingga demi semua idealisme itu anda akan bersifat idealis untuk mencapai semua idealisme.

5. Dapat membuatmu anti-mainstream

Saat anda telah memiliki sifat yang idealis. Sifat tersebut akan membuat anda menjadi seseorang yang anti-mainstream alias beda dari yang lain. Sebagai contoh, banyak dari teman-teman anda memilih program studi favorit di suatu universitas seperti psikologi, akuntansi, manajemen dan sebagainya. Tetapi anda berbeda sendiri dalam memilih jurusan dikarenakan anda telah mempunyai idealisme sendiri yang ingin anda wujudkan.