INFP Depresi

INFP Depresi – Penjelasan tentang INFP dalam kaitannya dengan stres dan depresi. Mulai dari apa benar INPF mudah stres dan depresi sampai cara bagaimana sebaiknya orang berkepribadian INFP mencegah dan mengatasi stres dan depresi.

Apakah Benar INFP Mudah Membuat Stres dan Depresi?

Pada kebanyakan orang dengan tipe kepribadian apa pun pasti dapat dan pernah mengalamai stres. Tetapi  tipe kepribadian INFP yang penggunaan dengan “Introverted Feeling” (Fi) yang dominan lebih mungkin INFP mengalami stres dibandingkan dengan tipe kepribadian yang lain. Hal in tergantung dari kondisi yang dirasakan INFP. Selama seorang INFP berada dalam situasi dan lingkungan yang membuatnya nyaman dan senang, INFP akan menjadi INFP yang Bahagia. Selain itu keadaan menjadi sehat secara fisik dan mental, mampu mengembangkan kelebihan secara maksimal dan sukses. Fi (introverted Feeling) adalah fungsi kognitif yang berfungsi sebagai pengambilan keputusan dan penilaian. Pengguna Fi akan sering mempertimbangkan dan menilai segala sesuatu berdasarkan nilai-nilai pribadi yang dianutnya. Feeling = Nilai-nilai; Introverted = Pribadi Karakteristik

Fi (Introverted Feeling) :

– Introspektif, mengembalikan semuanya kepada dirinya sendiri

– Mengambil keputusan mengacu pada apa yang dirasa nyaman

– Sensitifitas tinggi pada perlakuan yang kurang menghargai

– Dari luar terlihat dingin tetapi di dalam mempunyai perasaan yang lembut

– Perhatian secara tersembunyi

Sesuai dengan perasaannya yang mendalam tetapi tersembunyi yang dimiliki oleh INFP, mereka cepat terganggu dengan sesuatu hal yang kurang pas dengan prinsipnya. Pada saat yang bersamaan, mereka cenderung tertutup dan sulit mengungkapkan perasaannya pada orang lain, terkecuali pada orang yang sudah sangat dipercayanya. Perasaan yang sensitif dan sifat tertutup ini yang menjadikan INFP cenderung lebih cepat stres dibanding tipe kepribadian yang lainnya.  

Baca Juga :  Psikolog Bandung

Apa yang Membuat INFP Stres dan Depresi?

Terdapat beberapa hal paling umum yang bisa membuat INFP stres, yaitu:

1.  Masalah percintaan

INFP mencintai dengan sepenuh hati. Kegagalan dalam percintaan membuat mereka merasakan sakit yang dalam hal ini mungkin berlangsung cukup lama.

2. Masalah pekerjaan

Perasaan nyaman dalam bekerja adalah yang diutamakan oleh INFP. Pekerjaan dengan gaji tinggi tetapi dengan jenis atau suasana kerja yang menekan sangat jarang menjadi pilihannya.  Pada saat tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai yang membuatnya nyaman, mereka akan dilematis dan tidak berarti. Hal ini juga membuat ketakutan tersendiri bagi INFP tentang masa depannya.

3. Masalah dengan lingkungan sekitar

Masalah ini bisa timbul dari teman ataupun keluarga. INFP merupakan pribadi yang baik dan berpegang teguh pada prinsip dalam berinteraksi orang disekitar. Mereka hampir tidak pernah mengejek atau menyakiti orang lain. 

Tetapi tidak semua INFP diselimuti oleh orang-orang baik seperti dirinya. Disaat bertemu dengan orang yang suka ceplas-ceplos atau menghina fisik bahkan penampilannya dapat menjadikan INFP marah dan frustasi. 

Hal ini dikarenakan INFP adalah orang yang tidak suka melakukan hal negatif pada orang lain dan berharap tidak diperlakukan negatif.

Bagaimana INFP saat Stres atau Depresi?

Terdapat beberapa ciri dan kebiasaan INFP saat sedang mengalami stres atau depresi, yaitu:

  1. Memerlukan waktu merenung menyendiri yang lebih lama dari biasanya
  2. Dalam tingkat stres berat atau depresi, INFP akan menangis sejadi-jadinya tetapi sangat berhati-hati supaya orang lain tidak mengetahuinya
  3. Perasaan yang mengasihani, menyalahkan diri sendiri,  merasa tidak punya kelebihan apa-apa, merasa nasibnya tidak seberuntung orang lain
  4. Membutuhkan orang yang dapat mendengarkan dan memberi dukungan emosional tetapi sangat selektif mencari orang yang dipercayanya untuk diajak sharing.
  5. Perlu waktu dan dorongan motivasi yang kuat dari luar untuk dapat bangkit kembali
  6. Menjadi keras kepala dan tidak cocok dengan jenis nasihat yang sifatnya memaksa dan men-judge.

Apa yang Sebaiknya Harus Dilakukan oleh INFP untuk Mengatasi dan Mencegah Stres dan Depresi?

Ada beberapa hal yang sangat baik jika dilakukan oleh seorang INFP dalam mencegah atau mengatasi stres atau depresi. Cara ini bisa meminimalisir tingkat dan frekuensi stres yang dialami INFP dan membuat INFP lebih bijak dalam menghadapi masalahnya :

  1. Membuat daftar/list semua kelebihan-kelebihan yang mereka punya tanpa terkecuali. Kelebihan ini dari segi sifat, kelebihan dari segi keterampilan, dan sebagainya. Hal ini akan membuat cepat sadar dan menghargai potensi dirinya dan tidak menyalahkan diri sendiri lagi secara berlebihan. Selalu rutin  membaca list tersebut supaya tertanam di otak.
  2. Cari quotes atau kata-kata motivasi yang paling menyentuh perasaan.  
  3. Cari dan bergau dengan teman yang berpikiran positif dan bisa memberikan nasihat yang bijaksana. Di saat stres, ceritakan masalahmu, dan mintalah nasihat padanya.
  4. Mempunyai daftar/list musik yang membangkitkan mood. Selalu update dengan musik baru yang disukai. Dengarkan musik tersebut saat kurang mood.
  5. INFP biasanya suka terhadap hewan dan alam. Jangan malu untuk bermain dengan hewan atau melakukan perjalanan di alam untuk menenangkan perasaan.
  6. Selalu memanjakan diri sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara perawatan kulit, minum kopi, makan cokelat atau hal lain yang kamu sangat sukai, selama hal itu aman dilakukan dan tidak merugikan.
  7. Menggunakan waktu untuk hal yang produktif misalnya fokus mengasah kelebihan diri. Setelah itu memanfaatkan kelebihan itu untuk berkarir. Memiliki karir atau pekerjaan yang sesuai dengan perasaan akan membuat kamu lebih bahagia setiap saat.
  8. INFP merupakn pribadi yang kreatif, cerdas dan idealis. Kelebihan yang tidak semua orang punya. Sadari bahwa kamu sangatlah istimewa, hanya terlalu kurang percaya diri dalam melihatnya.
  9. Kamu memang seorang yang memiliki Feeling yang kuat tetapi bukan berarti mengesampingkan logika. Tetaplah membangun logika untuk dapat menerima kenyataan dengan objektif.  Hidup ini berdinamika, tidak selamanya sejalan dengan keinginan, tetapi tetap ada solusi untuk menjalaninya.
  10. Berkonsultasi dengan Psikolog di Biro Psikologi atau Lembaga Psikologi.
Baca Juga :  Konsultasi Psikologi Binjai