Tes Psikologi Anak Masuk SD

Tes psikologi anak masuk SD – Orang tua selalu menginginkan anaknya cerdas dan tumbuh sesuai usianya. Hal ini tentu saja membuat semua orang tua akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk anak-anaknya. Untuk mengetahui perkembangan dan kemampuan anak ada beberapa tes psikologi anak yang bisa pernah kita jumpai yaitu: 

Tes Psikologi Anak Usia Dini

Test psikologi anak usia dini merupakan rangkaian test yang diberikan pada anak prasekolah dalam mengukur kemampuan dan minat seorang anak. Setiap anak memiliki kepribadian yang tidak sama. Orang tua biasanya melakukan test psikologi anak pra sekolah untuk mengetahui beberapa kemampuan antara lain:

1. Kecerdasan Umum IQ

Kecerdasan umum IQ adalah kemampuan yang ada dalam seorang anak dalam bertindak, memecahkan masalah, berpikir, bertindak menghadapi sesuatu dengan logika secara efektif untuk beradaptasi terhadap lingkungan.

2. Kemampuan Wicara

Kemampuan wicara ini dikhususkan dan dipastikan pada anak sudah bisa berbicara jelas sesuai dengan usianya. Kemampuan bicara yang tidak optimal akan berpengaruh besar terhadap proses belajar. Anak tidak akan bisa menyerap pelajaran yang diberikan guru di sekolah.

3. Koordinasi Sensomotorik

Koordinasi sensomotorik merupakan keterampilan motorik yang dimiliki anak baik motorik halus atau pun kasar. Motorik halus merupakan keterampilan fisik pada anak yang melibatkan otot kecil, seperti menulis, menyusun balok, dan sebagainya. Sedangkan motorik kasar merupakan gerakan yang memerlukan koordinasi otot-otot besar seperti, berlari, duduk, dan menendang.

4. Kematangan Emosi

Kematangan emosi merupakan kemampuan seorang anak dalam memberikan respon emosi terhadap lingkungan, meliputi presepsi visual, daya ingat, konsentrasi dan hubungan sosial. Sesudah melakukan tes psikologi anak diharapkan orang tua lebih bijaksana dalam memahami hasil tes. Sebab test psikologi anak usia dini hanya melihat kecendrungan arah minat. Seorang anak usia pra sekolah mempunyai  suasana hati yang berubah-ubah. Jadi, hasil test tidak dapat dijadikan acuan 100%. Biasanya psikolog akan memberi saran pada orang tua untuk lebih banyak bereksplorasi dan mengenalkan serangkaian kegiatan pada anak. Tes psikologi anak dapat ditinjaklanjuti untuk perkembangan anak. Jangan lupa ikuti saran yang diberikan oleh psikolog demi kemajuan diri anak. Biasanya psikolog akan meminta orang tua  untuk mengevaluasi sehingga dapat  melihat ada/tidaknya perubahan. Hal ini biasanya akan terlihat sejak 6 bulan setelah assessment.

Baca Juga :  Konsultasi Psikologi Jakarta Utara

Tes Psikologi Anak Indigo

Istilah indigo ini timbul mengacu pada aura yang dimiliki anak berwarna keunguan. Selain itu, anak juga mempunyai ketajaman indra keenam. Nah, bagaimana sih mendeteksi kemampuan anak indigo? Apakah harus mengikuti tes psikologi anak indigo? Sebetulnya secara psikologis telah dapat  dideteksi saat anak usia 3 tahun. Terdapat beberapa cara dalam membuktikan anak anda indigo atau tidak dengan cara sebagai berikut.

1. Pemeriksaan atau Tes Kecerdasan

Tes psikologi untuk anak indigo yaitu dengan cara mengukur tingkat kecerdasan anak, biasanya anak indigo mempunyai tingkat kecerdasan tinggi dan bahkan melebihi kecerdasan anak-anak pada umumnya. Anak seperti ini dapat dikatakan indigo bila kecerdasannya lebih dari  130 poin.

2. Pemeriksaan Aura

Energi elektromagnetik yang mengelilingi tubuh biasa disebut dengan aura. Sedangkan aura anak indigo akan berwarna keunguan dimana hal ini mewakili kondisi mental spiritual. Anda dapat mengajak anak dalam melakukan pemeriksaan Aura Video Station / ESP (Extra Sensory Preception). Dengan alat tersebut akan tergambar aneka warna yang beragam dan bisa disaksikan secara langsung.

3. Perbandingan dengan Realitas

Anda dapat membuktikan langsung kondisi anak pada waktu di lapangan karena anak indigo kerap dianggap halusinasi dikarenakan mampu melihat sosok gaib. Pada saat itu juga, kepastian kebenarannya dengan realitas di lapangan. Kelebihan kemampuan lainnya bisa melihat/meramalkan masa depan. Jika semua hal tentang perkataannya benar terjadi maka bisa dipastikan anak tersebut adalah indigo.

Tes Psikologi Anak Autis

Autisme merupakan sebuah gangguan pada saraf yang bisa mempengaruhi perkembangan seseorang anak. Tes psikologi anak autis penting dilakukan sebelum dokter menegakkan diagnosis. Diantaranya ialah sebagai berikut.

1. Pengujian Perkembangan

Tes ini dapat dibilang sebagai tes autisme singkat. Tujuannya adalah membuktikan  apakah anak benar-benar mengalami keterlambatan perkembangan atau tidak. Selanjutnya dokter akan berbicara pada orang tua mengenai perkembangan anak dan kerap kali anak diajak untuk bermain. Kegiatan semacam ini dilakukan untuk mengetahui cara belajar, bereaksi, bergerak, berbicara, berperilaku dan berinteraksi dengan orang lain.

Baca Juga :  Biro Psikologi Pematangsiantar

2. Pengujian Fisik

Penilaian fisik ini ditujukan untuk memastikan semua perkembangannya dalam keadaan normal, mulai dari tinggi badan, berat badan dan juga lingkar kepala. Selain itu juga pemeriksaan / tes pendengaran. Dokter akan memeriksa yang berhubungan dengan masalah pendengaran dan keterlambatan perkembangan juga kemampuan bahasa.

3. Pengujian Perilaku

Dokter akan membahas tentang riwayat kesehatan anak. Selanjutnya dokter akan memberi pertanyaan yang berhubungan dengan perkembangan anak. Contohnya: bagaimana anak dalam meminta sesuatu? apakah menunjuk ataukah diam saja? Biasanya anak autisme akan diam saja dan tidak menunjuk apapun pada saat meminta sesuatu. Dokter akan melakukan pengujian perilaku sesuai dengan panduan diagnostik yang mungkin sesuai dengan gejala autisme.

4. Tes Laboratorium

Langkah selanjutnya tes autisme melalui laboratorium yang digunakan untuk menentukan masalah fisik yang menyebabkan anak autisme. Nantinya akan dilakukan tes DNA (genetik) kemudian tes timbal (logam beracun) dalam mengukur jumlah timbal dalam darah anak. Logam beracun ini bisa  menyebabkan kerusakan otak. Scan MRI dapat dilakukan untuk menunjukkan gambar secara detail otak. Analisis kromosom dilakukan apabila dicurigai mempunya kelainan mental di bawah rata-rata. Diagnosis autisme setiap anak berbeda antara anak satu dengan yang lainnya. Oleh seba itu, konsultasikan kepada dokter untuk mendeteksi apakah yang dialami anak benar-benar autisme atau bukan.

Persiapan Konsultasi Psikologi Anak

Sebelum melakukan konsultasi psikologi pada psikolog, alangkah baiknya orang tua melakukan persiapan terlebih dahulu. Memastikan masalah yang dijumpai pada anak. Contohnya kapan masalah psikologis anak tersebut muncul, faktor penyebab, riwayat tumbuh kembang anak dan riwayat kehamilan. Apabila diperlukan orang lain keluarga seperti pengasuh, guru, tetangga dapat dilibatkan pada waktu konsultasi psikologi dalam memberikan info yang berhubungan dengan kondisi psikologis anak.

Baca Juga :  Psikolog Bontang

Metode Konsultasi Psikologi Anak

Waktu memutuskan untuk konsultasi tentang kesehatan mental anak, ada beberapa metode yang perlu dilakukan. Hal terpenting yang harus dilakukan adalah wawancara dan observasi langsung pada anak. Disamping orang tua dan anak, orang lain selain keluarga juga dapat dilibatkan dalam memberikan info yang berhubungan dengan psikologi anak. Metode wawancara yang perlu dilakukan antara lain:

  • Wawancara terkait perkembangan anak sejak lahir.
  • Riwayat pertumbuhan anak.
  • Gejala gangguan mental pada anak.
  • Masalah psikis yang diderita pada anak.
  • Kondisi psikis orang tua, keluarga dekat.
  • Riwayat medis dan pengobatan.
  • Hubungan anak dengan keluarga dan lingkungan.

Inilah beberapa hal yang berhubungan dengan tes psikologi anak. Orang tua sebaiknya mengetahui karakter dan perkembangan setiap anak. Hal ini supaya kita lebih mudah mengetahui minat dan bakat serta membantu dalam pola asuh anak.